Nur Fadhillah Rahman

Pages

  • Beranda

About Me

Foto Saya
Nur Fadhillah Rahman
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
nama panggilan aku DILA, aku anaknya pendiam dan cuek jadi wajar aja kalau aku itu dijulukin jutek sama teman. Pengennya sih cepat selesaiin kuliahnya biar cepat jg bahagiain orang tua.
Lihat profil lengkapku

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Bookmarks

Blog Archive

  • Maret (6)
  • Februari (1)
  • November (1)
  • Maret (1)
  • Maret (3)
  • Desember (1)
Jumat, 22 Maret 2013

My Mom My Hero


Aku terlahir sebagai anak yang berada pada suatu keluarga yang sederhana. Dari kecil aku hanya dibesarkan oleh seorang perempuan yang sangat istimewa, baik, memiliki kasih sayang yang sangat besar kepadaku, shalehah, dan lainnya. Perempuan itu adalah IBU.

Ibu itu adalah perempuan yang selalu tegar dan tanggungjawab. Aku bangga punya seorang Ibu yang seperti itu, salut malah. Akan tetapi dari kecil aku tidak pernah merasakan gimana rasanya mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah. Mungkin asyik kali yah apalagi jika teman-teman selalu bercerita tentang Ayah mereka masing-masing.


Sekarang ini usiaku sudah menginjak 20 tahun dan selama itulah aku tidak pernah tau kasih sayang dari seorang Ayah seperti apa. Ibupun tidak pernah mencoba mengganti posisi Ayah meskipun aku tau kalau Ibu hanya berusaha tegar dihadapanku.


Suatu hari disaat umurku beranjak 19 tahun, tiba-tiba saja sosok yang aku harapkan hadir dalam kehidupanku. Ternyata ayah itu sedang sakit keras, ayah pun meminta maaf ke aku tapi tidak secara langsung melainkan melalui perantara dari keluarganya. Ketika itu aku sulit sekali untuk maafkan dia. Hati aku berkata  “Selama ini dia itu kemana? Tiba-tiba saja muncul dikehidupan aku & Ibu, bagaimana perasaan dia ketika ini terjadi kepadanya?”. Aneh kan? Yang selama 20 tahun, aku mencoba untuk tidak mencari-cari sosok Ayah yang entah kemana kemudian dia tiba-tiba saja hadir dan meminta maaf. Akan tetapi yang membuat aku bangga akan Ibu itu adalah dia yang meminta dan memohon kepadaku untuk maafkan Ayah yang sebetulnya Ibu yang seharusnya sulit untuk maafkan dia setelah apa yang dia lakukan ke Ibu selama ini, meninggalkan Ibu begitu saja tanpa sebab dan tanpa ada rasa tanggungjawab untuk menafkahi istri dan anaknya kemudian menikah dengan wanita lain. Meskipun begitu, Ibu masih sanggup membiayai kehidupan ku sampai sekarang. Ibu pun tidak pernah mengeluh ketika aku menginginkan sesuatu kecuali jika yang  kuinginkan tidak bermanfaat untuk aku dan akhirnya aku pun berusaha untuk maafkan Ayah yang begitu aku harapkan hadir dikehidupanku sejak kecil.


Wanita karir, itu adalah Ibuku. Meskipun sibuk untuk mencari nafkah diluar rumah, Ibu masih tetap perhatian sama aku dan masih memenuhi tanggungjawabnya sebagai ibu rumah tangga.


Sebuah pengorbanan yang tak akan pernah tergantikan sampai kapanpun. MENCOBA TEGAR MESKIPUN SAKIT, MAMPU MESKIPUN SULIT, SENANG MESKIPUN SEDIH, DAN TERSENYUM MESKIPUN MENANGIS.


Ibu memang perempuan sempurna dalam hidupku yang diberikan Allah buat menjagaku dan melindungiku sampai sekarang dan itu semua tidak akan aku lupakan. 
Diposting oleh Nur Fadhillah Rahman di 04.54
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Pages - Menu

  • Beranda

About

Copyright © 2012 Nur Fadhillah Rahman |